Peringati Hari Lahir Pancasila, Bupati Luwu Utara: Pancasila adalah Bintang Penuntun dan Jangkar Moral Bangsa
Luwu Utara – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Luwu Utara menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang berlangsung dengan penuh khidmat.
Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup). Turut hadir jajaran forkopimda, para pejabat, dan aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemda Luwu Utara.

Bupati Andi Rahim dalam kesempatan itu membacakan sambutan seragam dari Kepala BPIP. Di hadapan para peserta upacara, ia menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar komitmen di atas kertas, melainkan fondasi kokoh yang telah teruji oleh waktu.
Menurutnya, Pancasila adalah “bintang penuntun” yang telah membuktikan ketangguhannya. “Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” ucapnya saat membaca sambutan.
Bupati Andi Abdullah Rahim mengatakan bahwa bangsa Indonesia saat ini tengah menghadapi banyak tantangan modern akibat perkembangan zaman yang begitu pesat. Di mana tantangan itu membawa arus perubahan yang sangat cepat, baik dari sisi teknologi maupun situasi politik.
“Di sinilah peran vital Pancasila kembali diuji. Pancasila harus diposisikan sebagai pedoman etis dalam setiap langkah kemajuan yang diambil oleh negara. Pancasila harus menjadi penyaring dan penahan benturan di tengah turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik,” tutur Bupati.
Lebih jauh orang nomor satu di Kabupaten Luwu Utara ini mengatakan bahwa Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong. Namun sebaliknya, kata dia, kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral yang kuat justru malah bisa menyesatkan bangsa.
Ia pun memberikan pesan kuat yang ditujukan khusus kepada para generasi muda Luwu Utara dan Indonesia bahwa pentingnya generasi muda mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar menjadikannya simbol formalitas.
“Olehnya itu, saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup. Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan dinding kantor atau teks di buku sejarah,” tegasnya.
Upacara Hari Lahir Pancasila di Luwu Utara juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan logistik secara simbolis dalam rangka penanganan darurat bencana banjir di Luwu Utara.
Bantuan dari BNPB-RI ini diserahkan oleh Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Andi Eviana, dan diterima langsung oleh Bupati Andi Abdullah Rahim, yang selanjutnya akan disalurkan ke para korban bencana banjir. (*)
