Respons Cepat Pemda Luwu Utara: Salurkan Bantuan Gizi Spesifik dan Logistik Kepada 160 KK serta Bayi Balita Terdampak Banjir di Desa Lawewe
Luwu Utara – Pemerintah Kabupaten Luwu Utara menunjukkan respons cepat dan terkoordinasi dalam menangani dampak bencana banjir di Desa Lawewe. Melalui kolaborasi strategis antara Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Sosial (Dinsos), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk 160 Kepala Keluarga (KK) dengan perhatian khusus terhadap kelompok rentan, yaitu bayi, balita, dan ibu hamil. Jumat 19/6/2026.
Dalam operasi tanggap darurat ini, tim gabungan Cluster Peralatan dan Logistik tidak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan pokok, tetapi juga memberikan intervensi nutrisi spesifik untuk mencegah stunting dan malnutrisi akut pasca-bencana. Total bantuan yang didistribusikan mencakup:
Bantuan Pangan Pokok:
Beras: 800 kg (dibagikan 5 kg per KK).
Mie Instan: 1.600 bungkus (dibagikan 10 bungkus per KK).
Lauk Pauk Siap Saji: 20 dos (setara 200 sachet) untuk memudahkan warga memenuhi kebutuhan protein di tengah keterbatasan fasilitas masak.
Bantuan Khusus Anak dan Bayi (Gizi & Perlengkapan):
Makanan Pendamping ASI (MP-ASI): 80 kotak.
Makanan Anak: 40 dos.
Kidsware (Perlengkapan Anak): 20 paket.
Sandang Bayi: 20 paket.
Penyaluran bantuan dilakukan secara resmi di lokasi pengungsian atau pusat distribusi desa dan diterima langsung oleh Kepala Desa Lawewe serta Bidan Desa selaku garda terdepan pemantauan kesehatan ibu dan anak.
Perwakilan tim gabungan di lokasi kegiatan menegaskan bahwa kesehatan bayi dan balita menjadi prioritas utama. “Kolaborasi lintas sektor antara Dinkes, Dinsos, dan BPBD memastikan bahwa bantuan tidak hanya berupa sembako umum, tetapi juga menyentuh aspek gizi spesifik bagi kelompok paling rentan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Luwu Utara berkomitmen untuk terus memantau kondisi kesehatan warga terdampak, khususnya ibu hamil, bayi, dan balita, guna memastikan tidak ada penurunan kualitas gizi selama masa tanggap darurat bencana.(Fath)
