Pollo’ Wani Dinobatkan Sebagai Durian Terbaik Luwu Utara 2026, Taklukkan 52 Rival Lewat Rasa dan Aroma Istimewa

0
IMG_20260720_061639.png

LUWU UTARA – Festival Durian Lokal Luwu Utara 2026 menjadi panggung pembuktian kualitas durian asli Bumi Lamaranginang. Dari puluhan varietas unggulan yang dipamerkan para petani, Pollo’ Wani milik Suparjo asal Desa Pincara, Kecamatan Masamba berhasil keluar sebagai juara pertama dalam Kontes Durian Terbaik setelah menyisihkan 52 peserta lainnya melalui penilaian ketat oleh tim juri dari Durian Traveler Indonesia.


Festival yang digelar di depan Rumah Jabatan Bupati Luwu Utara, Minggu (19/7/2026), tidak hanya menjadi ajang promosi hasil pertanian lokal, tetapi juga membuktikan bahwa durian asal Luwu Utara memiliki kualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional. Sebanyak 53 durian unggulan dari berbagai kecamatan mengikuti kontes yang menjadi pusat perhatian ribuan pengunjung.


Dalam proses penjurian, para juri menilai setiap buah berdasarkan sejumlah aspek penting, mulai dari ketebalan daging, tekstur, warna, aroma, rasa, ukuran biji hingga keseimbangan cita rasa. Setelah melalui proses penilaian, Pollo’ Wani dinyatakan sebagai durian terbaik tahun 2026.


Varietas tersebut memikat juri melalui daging buah yang tebal berwarna kuning cerah, tekstur lembut menyerupai mentega, rasa manis yang dominan berpadu sedikit sentuhan pahit khas durian premium, serta aroma kuat namun tetap nyaman di hidung. Perpaduan karakter tersebut menjadikan Pollo’ Wani memperoleh nilai tertinggi dibandingkan seluruh peserta lainnya.


Posisi juara kedua diraih Randa Tanah milik Rusman dari Desa Tulak Tallu, Kecamatan Sabbang. Durian ini dikenal memiliki tekstur yang padat dengan rasa legit dan aroma yang khas sehingga menjadi salah satu favorit dewan juri.


Sementara itu, Nona Gariting milik Abd. Rahim dari Desa Pombakka berhasil menempati posisi ketiga. Varietas ini menawarkan perpaduan rasa manis yang lembut dengan daging bertekstur halus dan warna menarik. Adapun kategori Juara Harapan diraih Gessong milik Firman dari Desa Maipi, Kecamatan Masamba, yang juga mendapat apresiasi karena memiliki karakter rasa yang unik.


Sebagai bentuk penghargaan kepada para petani, panitia menyediakan total hadiah sebesar Rp10 juta, terdiri atas Juara I Rp5 juta, Juara II Rp3 juta, dan Juara III Rp2 juta. Selain hadiah uang pembinaan, kemenangan tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai jual serta popularitas varietas durian lokal Luwu Utara.


Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Festival Durian bukan sekadar perlombaan, melainkan strategi pemerintah daerah untuk memperkenalkan potensi unggulan Luwu Utara kepada masyarakat luas. Menurutnya, komoditas durian memiliki peluang besar menjadi penggerak ekonomi daerah apabila terus dikembangkan melalui peningkatan kualitas, pemasaran, dan inovasi.


Festival ini juga diramaikan dengan pameran serta penjualan durian segar, coaching clinic budidaya durian, dan berbagai kegiatan edukatif yang diikuti petani maupun masyarakat. Antusiasme pengunjung terlihat sangat tinggi, dengan sekitar 800 orang memadati lokasi kegiatan untuk menikmati beragam varietas durian unggulan khas Luwu Utara.


Keberhasilan Pollo’ Wani meraih gelar durian terbaik menjadi bukti bahwa kekayaan plasma nutfah lokal Luwu Utara memiliki kualitas yang layak diperhitungkan. Melalui festival seperti ini, pemerintah berharap semakin banyak varietas unggulan yang dikenal masyarakat luas sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat sektor agrowisata, sekaligus mengangkat nama Luwu Utara sebagai salah satu sentra durian berkualitas di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *