Kepala UPT Pengelola Objek Wisata Disporapar Luwu Utara Minta Staf Proaktif Manfaatkan Informasi di Medsos

0
IMG-20260704-WA0095.jpg

Luwu Utara – Dalam upaya mendorong transformasi dan peningkatan kualitas pelayanan di sektor pariwisata, Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Objek Wisata Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Luwu Utara, Lukman Hamarong, S.P., M.Tr.A.P., memberikan penegasan penting kepada seluruh jajarannya.

Ia menekankan para staf tak lagi bersikap pasif, tetapi harus proaktif menyerap berbagai informasi terkini terkait perkembangan pariwisata dan kebudayaan. Di era digital saat ini, kata dia, arus informasi di medsos bergerak cepat. Menurutnya, dinamika tersebut harus dimanfaatkan sebagai peluang unttuk melahirkan berbagai terobosan baru.

“Kita tidak boleh lagi bekerja dengan pola lama, hanya diam dan menunggu perintah tanpa ada improvisasi. Di tengah banyaknya informasi yang berseliweran di media sosial, staf UPT harus jeli melihat peluang untuk mengakses informasi sebanyak-banyaknya dalam upaya untuk menambah cakrawala berpikir,” tegas Lukman di ruang kerjanya.

Ia menambahkan bahwa tantangan pengelolaan objek wisata ke depan makin kompleks. Oleh karena itu, lanjut dia, aparatur yang bertugas di UPT Pariwisata dituntut untuk menjadi figur yang kaya wawasan, informatif, serta memiliki rasa ingin tahu yang tinggi (high curiosity) terhadap tren pariwisata dan kebudayaan, baik global maupun lokal.

Melalui pengayaan literasi dan informasi tersebut, ia berharap para staf mampu mengidentifikasi potensi yang ada serta merumuskannya menjadi sebuah inovasi konkret. Improvisasi di lapangan, menurutnya, sangat diperlukan agar destinasi wisata di Lutra dapat tampil lebih memikat, adaptif terhadap digitalisasi, dan mampu bersaing secara sehat.

“Sektor pariwisata dan budaya ini sangat dinamis. Kuncinya ada pada inovasi. Saya ingin tim di UPT ini menjadi motor penggerak yang kreatif. Cari tahu apa yang sedang diminati publik, pelajari bagaimana daerah lain bisa sukses mengemas wisatanya, lalu adaptasikan untuk daerah kita,” ujar mantan Pranata Humas Diskominfo-SP ini berharap.

Langkah akselerasi ini nantinya juga diharapkan bisa membawa angin segar bagi sektor pariwisata dan kebudayaan di Bumi La Maranginang, julukan daerah Kabupaten Luwu Utara, yang sekaligus bisa memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta kesejahteraan masyarakat Lutra di sekitar objek wisata. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *