Sang “Birokrat Tahan Banting” Bupati Kedua Luwu Utara Arifin Junaidi Wafat

0
IMG-20260707-WA0324.jpg

Makassar — Bupati kedua Luwu Utara, Arifin Junaidi, dikabarkan meninggal dunia, Selasa (7/7), di Rumah Sakit (RS) Wahidin, Makassar. Kabar duka ini wara wiri di platform media sosial.

Pria yang akrab disapa “Arjuna” ini mengembuskan napas terakhirnya setelah berjuang melawan sakit yang dideritanya dan sempat menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit.

Lahir di Kecamatan Sabbang pada 17 Agustus 1952 silam, tepat pada Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kehidupan Arifin Junaidi memang ditakdirkan untuk mengabdi kepada negara.

Kariernya di dunia birokrasi terbilang paripurna. Merangkak dari bawah sebagai PNS, almarhum pernah mengemban berbagai jabatan strategis, mulai Camat Malangke hingga Kepala Bappeda.

Ketangguhannya dalam mengelola pemerintahan ia tuangkan dalam sebuah buku autobiografi yang inspiratif berjudul “Birokrat Tahan Banting” yang melekat erat sebagai cerminan karakter kepemimpinannya yang kokoh dan visioner.

Sukses di jalur birokrasi, ia melebarkan sayapnya ke dunia politik. Rekam jejak kepemimpinannya tercatat dalam beberapa fase penting, seperti Wakil Bupati 2005–2009 mendampingi Bupati Luthfi A. Mutty, sekaligus sebagai Wakil Bupati pertama yang dimiliki Luwu Utara.

Dirinya sempat menakhodai Luwu Utara di masa transisi pemerintahan sebagai Bupati definitif periode 2009–2010 untuk memastikan roda pembangunan daerah tetap berjalan stabil.

Puncak karier politiknya terjadi pada Pilkada Luwu Utara 2010. Ia terpilih sebagai Bupati definitif 2010 – 2015, berpasangan dengan Indah Putri Indriani sebagai wakil bupatinya.

Selain di pemerintahan, ketokohan Arjuna di panggung politik juga diakui secara luas, di mana ia pernah diamanahkan menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Luwu Utara.

Arifin Junaidi merupakan mentor, birokrat tulen, serta pemimpin yang sukses melanjutkan estafet kepemimpinan sebelumnya dengan penuh keteladanan, kegigihan, dan dedikasi tinggi.

Seperti diketahui, pria yang murah senyum ini meninggalkan seorang istri, dan empat orang anak. Arjuna juga diketahui memiliki kepedulian sosial yang begitu tinggi terhadap sesama.

Selamat jalan, Sang Arjuna Luwu Utara. Dedikasi dan semangat “Tahan Banting”-mu akan selalu dikenang dan hidup dalam ingatan masyarakat di Bumi La Maranginang, Luwu Utara. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *