Sosok Admin MTQ Luwu Utara: Bekerja dalam Senyap Demi Kelancaran Administrasi dan Prestasi

0
IMG-20260414-WA0022.jpg

Maros — Terkadang peran seorang Admin Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dipandang sebelah mata. Padahal, perannya sangat vital dan krusial dalam upaya menghidupkan dan menyukseskan pelaksanaan MTQ itu sendiri.

Kenapa disebut vital dan krusial, karena admin MTQ adalah “mesin” yang bekerja dari balik layar untuk memastikan seluruh aspek administratif dan teknis perlombaan berjalan dengan lancar dan baik. Mulai pendaftaran hingga pengolahan hasil nilai.

Tak salah kemudian disebutkan bahwa akurasi kerja seorang admin MTQ akan sangat menentukan kredibilitas sebuah kompetisi. Tanpa mereka, kemungkinan besar kompetisi akan berhenti. Meski bekerja di balik layar, tetapi sesungguhnya admin adalah jantung dari operasional sebuah MTQ.

Posisi Admin MTQ sendiri kerap dianggap sebagai urusan teknis belaka, padahal ketelitian dan dedikasi seorang admin akan sangat menentukan sukses tidaknya perhelatan akbar sebesar MTQ. Tanpa kerja yang baik dari seorang admin, MTQ akan kehilangan muruahnya.

Pada MTQ XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang dilaksanakan di Kabupaten Maros, peran Admin MTQ kembali diuji dan dipertaruhkan. Bisa dikatakan bahwa jika peserta MTQ adalah bintangnya, maka Admin MTQ adalah sutradaranya.

Salah satu Admin MTQ yang dituntut bekerja maksimal dari balik layar MTQ adalah Muhammad Zulfathan. Admin MTQ Kafilah Kabupaten Luwu Utara ini mendapat tugas yang tidak mudah. Ia akan bekerja ekstra keras untuk memastikan “mesin” Luwu Utara tetap hidup.

“Kami datang bukan sekadar sebagai pelengkap, tetapi kami juga hadir untuk mengukir prestasi dan meraih gelar juara,” tutur Zulfathan di sela-sela acara Pembukaan MTQ, Ahad (12/4/2026). Ia optimistis bisa mendampingi peserta meraih prestasi maksimal di ajang 2 tahunan tersebut.

Ustaz Fathan, begitu ia akrab disapa, tidak sekadar mengeluarkan narasi-narasi optimisme. Ia berkeyakinan, peserta Luwu Utara dapat menciptakan lomba MTQ yang kompetitif. Salah satunya, kata dia, kehadiran sosok peserta terbaik bernama Latifatul Isyaroh.

“Salah satu cabang yang menjadi andalan kita adalah Qira’at Murattal Dewasa Putri, yang telah menorehkan prestasi hingga tingkat nasional pada MTQ 2024 di Banjarmasin,” ungkap pegawai Kemenag Kabupaten Luwu Utara ini.

Diketahui, Latiffatul Isyaroh merupakan qari’ah Luwu Utara paling berprestasi. Salah satu prestasi nasional yang ditorehkan adalah Juara 3 Nasional pada MTQ 2024 di Banjarmasin. Sebuah capaian luar biasa yang diharapkan bisa menular di MTQ XXXIV Sulsel kali ini.

“Prestasi luar biasa dari Latifatul Isyaroh di ajang MTQ Nasional 2024 silam menjadi motivasi besar untuk kembali memberikan yang terbaik di ajang MTQ tingkat Sulawesi Selatan di Maros. Mohon doa dan dukungan dari masyarakat Luwu Utara,” harapnya. (LHr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *