Perkuat Sinergi Lintas Provinsi, Disporapar Luwu Utara Berguru Penyusunan Desain Olahraga Daerah ke Sulteng
Palu — Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan melakukan kunjungan kerja ke Dispora Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Rabu (24/6/2026), di Kawasan GBK Andi Raga Pettalolo
Kunjungan ini berfokus pada konsultasi dan studi tiru terkait penyusunan Desain Olahraga Daerah (DOD). Kunjungan Kepala Disporapar Luwu Utara ini disambut hangat oleh jajaran pejabat Dispora Provinsi Sulteng, di antaranya Kabid Pemuda, Sandrina Like Kaliey, S.S., M.Pd., dan Kabid Ketenagaan, Organisasi dan Kepramukaan Sarifudin, SE, MM.

Kepala Dispora Sulteng melalui Kabid Pemuda, Sandrina Like Kaliey, memimpin jalannya diskusi. Turut mendampingi Pejabat Fungsional Dispora Sulteng, Ridwan, S.E., dan Muhammad Rifai Sahempa, S.Sos., M.Si.
Dalam pengantarnya, Kepala Disporapar Luwu Utara, Saleh, S.Sos., M.Si., mengungkapkan bahwa kunjungan ini merupakan langkah krusial bagi daerahnya yang saat ini tengah menggodok regulasi olahraga jangka panjang.
“Saat ini, kami di Luwu Utara sedang dalam proses menyusun DOD. Olehnya itu, kami datang untuk belajar dari Sulawesi Tengah yang lebih dulu menyusun dan mengimplementasikan DOD tersebut. Kami sangat berharap masukan dan poin-poin penting dari Dispora Sulteng,” ucap Saleh.
Merespons maksud baik tersebut, Dispora Sulteng membagikan sejumlah formula penting dalam merancang DOD yang efektif dan berkelanjutan.
Beberapa poin utama yang ditekankan oleh Dispora Sulteng meliputi Penyelarasan dengan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Di mana DOD harus disusun secara periodik dengan mengacu pada DBON, mulai tahun berjalan hingga mencapai target jangka panjang pada tahun 2045.
Selain itu, Penentuan cabang olahraga (cabor) prioritas wajib disesuaikan dengan potensi dan kondisi karakteristik daerah masing-masing, serta harus berkekuatan hukum tetap melalui Keputusan Kepala Daerah.
Yang tidak kalah pentingnya adalah adanya kolaborasi multisektor. Di mana proses penyusunan wajib melibatkan para pakar di bidang teknis keolahragaan dan akademisi.
“Pengembangan dan pembinaan olahraga bukan hanya tugas satu instansi, melainkan menjadi tanggung jawab bersama semua lapisan masyarakat, terutama dinas-dinas terkait yang saling berintegrasi,” jelas Sandrina Like Kaliey yang mewakili Kepala Dispora Sulteng.
Pertemuan ini berlangsung hangat dan produktif dan diakhiri dengan komitmen kedua belah pihak untuk terus menjalin komunikasi dan bertukar informasi demi kemajuan prestasi olahraga di Pulau Sulawesi. (*)
