Masuk 5 Besar Terendah di Sulsel, Angka Kemiskinan Ekstrem Luwu Utara Turun Jadi 1,13% pada 2025
Luwu Utara, Angka kemiskinan ekstrem Luwu Utara menurut BPS tahun 2025 sebesar 1,13 % angka ini menempatkan Luwu Utara di Posisi ke 5 kabupaten/kota se Sulsel terendah angka kemiskinan ekstremnya.
Pemerintah Kabupaten Luwu Utara kembali mencatatkan kemajuan dalam upaya percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan ekstrem Luwu Utara pada tahun 2025 tercatat sebesar 1,13 persen. Angka tersebut terus menurun dalam tiga tahun terakhir, dari 2,72 persen pada tahun 2023 menjadi 1,26 persen pada tahun 2024 dan kembali turun menjadi 1,13 persen pada tahun 2025.
Capaian ini menempatkan Kabupaten Luwu Utara sebagai salah satu dari lima kabupaten/kota dengan tingkat kemiskinan ekstrem terendah di Provinsi Sulawesi Selatan. Kemiskinan ekstrem sendiri merupakan kondisi ketika pengeluaran penduduk berada di bawah standar 2,15 USD PPP 2017 per kapita per hari yang digunakan Bank Dunia sebagai acuan global.
Penurunan tersebut tidak terlepas dari berbagai upaya yang dilakukan secara terpadu oleh Pemerintah Kabupaten Luwu Utara melalui penguatan perlindungan sosial, peningkatan akses layanan dasar, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta berbagai program yang menyasar kelompok masyarakat paling rentan. Langkah ini juga merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
Dampak dari berbagai intervensi tersebut turut terlihat pada penurunan jumlah penduduk miskin. Pada tahun 2023, jumlah penduduk miskin di Luwu Utara tercatat sebanyak 40,79 ribu jiwa atau 12,66 persen dari total penduduk. Jumlah tersebut menurun menjadi 36,46 ribu jiwa atau 11,24 persen pada tahun 2024 dan kembali turun menjadi 35,03 ribu jiwa atau 10,74 persen pada tahun 2025.
Bupati Luwu Utara, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan pembangunan benar-benar menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.
“Penurunan kemiskinan ekstrem menjadi 1,13 persen bukan sekadar penurunan angka statistik. Di balik capaian ini, semakin banyak keluarga yang berhasil keluar dari kondisi paling rentan dan memiliki akses yang lebih baik terhadap layanan dasar serta peluang ekonomi. Ini adalah hasil kerja bersama yang harus terus dijaga melalui program-program yang tepat sasaran dan berbasis data,” ujar Andi Abdullah Rahim.
Ia menambahkan, tren penurunan yang konsisten menunjukkan bahwa arah pembangunan di Luwu Utara semakin inklusif dan berdampak nyata bagi masyarakat. Ke depan, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara akan terus memperkuat sinergi dan perencanaan pembangunan berbasis data agar upaya penurunan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berlangsung secara berkelanjutan.
