Inspektorat Luwu Utara Perkuat Pencegahan Lewat Ruang Konseling, Usung Motto “Inspektorat Sahabat Semua”

0
IMG-20260606-WA0018.jpg


LUWU UTARA – Inspektorat Kabupaten Luwu Utara terus memperkuat perannya sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dengan mengedepankan upaya pencegahan dibanding penindakan. Di bawah kepemimpinan Inspektur baru, Muhammad Hadi, SH, “Saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu, memaparkan berbagai langkah yang dilakukan Inspektorat Luwu Utara dalam memperkuat fungsi pencegahan melalui pendekatan konsultatif dan pembinaan.”

Berbagai langkah pembinaan dilakukan guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah pembukaan layanan “Ruang Konseling”, sebagai wadah konsultasi bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menyelesaikan berbagai persoalan terkait pelaksanaan tugas dan administrasi pemerintahan.

Muhammad Hadi menegaskan bahwa fungsi APIP tidak semata-mata mencari kesalahan atau memberikan sanksi, melainkan melakukan pembinaan agar potensi pelanggaran dapat dicegah sejak dini.

“Kami membuka Ruang Konseling. Setiap saat kami meminta OPD datang berkonsultasi apabila ada hal yang belum jelas terkait pelaksanaan tugas. Ini merupakan upaya pencegahan agar tidak terjadi pelanggaran,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan preventif jauh lebih efektif dibandingkan tindakan represif setelah muncul persoalan yang berpotensi menimbulkan kerugian negara.

“Pengawasan ini sifatnya membina. Jika terjadi temuan, bukan berarti ada pembiaran. Tidak semua hasil pemeriksaan inspektorat berujung pada hukuman. Kami mengedepankan sikap kooperatif agar setiap kekeliruan dapat segera diperbaiki,” jelasnya.

Saat ini, Inspektorat Luwu Utara juga tengah melaksanakan audit terhadap 41 desa yang kepala desanya akan mengakhiri masa jabatan. Audit tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh aspek pengelolaan keuangan desa dapat dipertanggungjawabkan dengan baik.

“Kami ingin semua proses berjalan klir. Jika ditemukan adanya penyalahgunaan, harus diperbaiki saat proses audit berlangsung. Bahkan apabila terdapat dana yang harus dikembalikan, akan diberikan batas waktu sesuai ketentuan,” tegas Muhammad Hadi.

Sebagai nahkoda baru di Inspektorat Luwu Utara, Muhammad Hadi membawa semangat baru melalui motto “Inspektorat Sahabat Semua”. Motto tersebut menjadi landasan dalam membangun komunikasi yang humanis dengan seluruh elemen pemerintah daerah.

“Aparat Pengawasan Intern Pemerintah itu sifatnya membina. Kami aktif berkomunikasi dan banyak berdiskusi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kami ingin menjadi sahabat bagi seluruh elemen pemerintah daerah dalam menjaga integritas,” katanya.

Langkah tersebut sejalan dengan arahan Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, yang mendorong penguatan sistem pencegahan korupsi serta peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan yang baik.

Melalui pendekatan konsultatif dan pembinaan yang lebih terbuka, Inspektorat Luwu Utara diharapkan mampu menjadi mitra strategis bagi OPD dan pemerintah desa dalam menciptakan budaya kerja yang patuh terhadap aturan, profesional, dan berintegritas.(Fath)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *