Di Balik Ops Keselamatan Pallawa, Ada Kepedulian untuk Korban Kebakaran di Garanta
Bulukumba – Sisa-sisa kebakaran masih menyisakan jejak duka di Dusun Ulutedong, Desa Garanta, Kecamatan Ujung Loe. Tanah yang dipenuhi arang dan puing bata menjadi saksi bisu musibah yang merenggut satu unit rumah warga pada Minggu, 8 Februari 2026.
Di lokasi itu, jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Bulukumba tampak hadir bukan dalam konteks penindakan, melainkan kepedulian. Di tengah pelaksanaan Operasi Keselamatan Pallawa 2026, personel Polantas menyempatkan diri menyalurkan bantuan sosial kepada keluarga terdampak kebakaran.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Bulukumba, AKP H. M. Nawir. Tanpa seremoni resmi, bantuan diberikan secara sederhana kepada korban, dengan latar bangunan yang telah hangus terbakar. Suasana berlangsung hening, namun penuh empati.
AKP H. M. Nawir menyampaikan bahwa Operasi Keselamatan tidak hanya berbicara tentang ketertiban di jalan raya, tetapi juga tentang kehadiran negara saat masyarakat menghadapi kesulitan.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak merasa sendiri saat mengalami musibah. Bantuan ini mungkin tidak besar, namun kami berharap dapat membantu meringankan beban,” ungkapnya.
Selain menyerahkan bantuan kebutuhan pokok, personel Sat Lantas juga berdialog dengan warga sekitar. Dalam kesempatan itu, mereka menyampaikan edukasi tentang keselamatan berlalu lintas sekaligus imbauan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik di rumah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri KBO Lantas dan personel Banit Kamsel sebagai bagian dari program pendekatan humanis Polantas Menyapa atau Polantas Mappattabe.
Di akhir kunjungan, jajaran Sat Lantas menyampaikan doa dan dukungan moral kepada keluarga korban agar tetap kuat menghadapi cobaan. Kehadiran Polantas di lokasi kebakaran menjadi penegas bahwa tugas kepolisian tidak hanya soal pengaturan dan penindakan, tetapi juga tentang sentuhan kemanusiaan.
Operasi boleh berjalan, namun empati tetap menjadi prioritas.
