Banjir Rendam Empat Desa di Malangke, Polsek Malangke dan Pemerintah Kecamatan Turun Langsung Pantau Kondisi Warga

0
IMG_20260519_174945.jpg

Luwu Utara — Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah hulu Sungai Masamba dan Sungai Baliase dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir merendam sejumlah desa di Kecamatan Malangke, Kabupaten Luwu Utara.

Pemerintah Kecamatan Malangke bersama jajaran kepolisian turun langsung melakukan pemantauan terhadap kondisi warga terdampak banjir, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan pemantauan dipimpin Camat Malangke Mansyur Panda, S.IP bersama Bhabinkamtibmas Polsek Malangke AIPDA Antonius dengan menyusuri sejumlah titik terdampak banjir di wilayah Kecamatan Malangke.

Empat desa tercatat mengalami dampak cukup parah akibat meluapnya Sungai Masamba dan Sungai Baliase, yakni Desa Pince Pute, Desa Petta Landung, Desa Pattimang dan Desa Tolada.

Di Desa Pince Pute, banjir merendam tiga dusun dengan total sekitar 665 jiwa atau 191 kepala keluarga terdampak. Selain rumah warga, banjir juga menggenangi fasilitas umum seperti sekolah, masjid, kantor desa, pasar desa hingga areal perkebunan sawit dan jagung milik warga.

Sementara di Desa Petta Landung, banjir berdampak pada sekitar 287 warga atau 100 kepala keluarga yang tersebar di tiga dusun.

Kondisi terparah terjadi di Desa Pattimang dengan total 687 kepala keluarga atau sekitar 2.966 jiwa terdampak banjir. Ratusan rumah warga, fasilitas pendidikan, rumah ibadah, fasilitas kesehatan hingga ribuan hektare lahan perkebunan dan tambak masyarakat turut terendam banjir dengan ketinggian air mencapai dua meter di beberapa titik.

Sedangkan di Desa Tolada, sedikitnya 128 rumah warga terdampak banjir akibat jebolnya tanggul di beberapa titik. Selain merendam permukiman warga, banjir juga merusak lahan pertanian, jalan tani dan sejumlah infrastruktur penghubung masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Camat Malangke bersama Bhabinkamtibmas turut memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat curah hujan masih cukup tinggi dan kondisi debit air sungai yang sewaktu-waktu dapat meningkat.

Kapolres Luwu Utara AKBP Nugraha Pamungkas, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa jajaran Polres Luwu Utara terus melakukan pemantauan dan langkah antisipasi di wilayah rawan banjir guna memastikan keselamatan masyarakat.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan langkah cepat dalam penanganan dampak banjir, termasuk memastikan masyarakat tetap aman dan mendapatkan bantuan yang diperlukan,” ujar Kapolres.

Selain itu, pihak kepolisian juga mendorong adanya penanganan jangka panjang terhadap kondisi sungai dan tanggul yang dinilai menjadi salah satu penyebab utama banjir terus berulang di wilayah Malangke.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *