Satu Tahun “Bergerak Cepat, Hasil Nyata”, Andi Abdullah Rahim Buktikan Perubahan Fundamental di Luwu Utara
Luwu Utara — Satu tahun kepemimpinan Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, bersama Wakil Bupati Jumail Mappile, menandai babak baru pembangunan daerah dengan semangat “Bergerak Cepat, Hasil Nyata”.
Dalam kurun waktu 12 bulan, kepemimpinan keduanya tak hanya menghadirkan program, tetapi juga keberanian mengambil keputusan strategis dan kesungguhan membangun fondasi perubahan melalui kerja nyata, disiplin, serta kolaborasi lintas sektor. Hasilnya mulai terlihat di berbagai lini pembangunan.
Lonjakan Ekonomi dan Penurunan Kemiskinan
Pertumbuhan ekonomi Luwu Utara yang sebelumnya berada di angka 2,9 persen melonjak tajam menjadi 6,72 persen. Di saat yang sama, angka kemiskinan berhasil ditekan sebesar 0,5 persen dari 10,7 persen pada tahun 2024.
Capaian ini menjadi indikator kuat bahwa akselerasi kebijakan dan penguatan sektor riil mulai memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Percepatan Sektor Unggulan dan Ketahanan Pangan
Di sektor pertanian dan perkebunan, berbagai langkah konkret ditempuh untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas. Selama setahun:
Penyaluran benih padi sebanyak 110.375 kg di lahan seluas 4.415 hektare pada 12 kecamatan.
Penyaluran benih jagung 3.000 kg.
Pengembangan hortikultura cabai seluas 5 hektare (S BPP) dan kakao 100 hektare.
Peremajaan sawit rakyat seluas 209 hektare serta pembangunan jalan tani sawit sepanjang 208 kilometer di wilayah Sassa dan Tandung.
Tak hanya itu, dukungan alat dan mesin pertanian juga diperkuat melalui pengadaan 7 unit combine harvester besar, 2 traktor roda empat, traktor roda dua, serta 22 unit hand sprayer.
Program perluasan lahan cetak sawah rakyat mencapai 1.427,91 hektare, disertai penguatan jaringan air dan rehabilitasi 8 unit irigasi di Kecamatan Sukamaju dan Sukamaju Selatan.
Peningkatan Kualitas Hidup dan SDM
Di bidang sosial dan ekonomi kerakyatan, Pemkab Luwu Utara menjaga daya beli masyarakat melalui gerakan pasar murah berkelanjutan.
Pengembangan kawasan ekonomi baru juga didorong, termasuk usulan Seko sebagai sentra susu sapi perah nasional.
Penguatan SDM dilakukan melalui:
Pelatihan gratis calon TNI/Polri bekerja sama dengan Kodim 1403/Palopo.
Pelatihan berbasis kompetensi dan proyek dengan tingkat serapan mencapai 80 persen.
Transformasi Posyandu Era Baru dan program Desa Cinta Statistik.
Penurunan angka stunting serta dukungan Program 3 Juta Rumah.
Perlindungan pekerja, akses KUR, sertifikasi tanah melalui GTRA, hingga pembentukan Koperasi Merah Putih.
Konektivitas, Budaya, dan Daya Saing
Dalam memperkuat konektivitas daerah, penerbangan bersubsidi rute Makassar–Masamba dihadirkan guna mendongkrak mobilitas dan daya saing.
Ekspor kopi ke pasar internasional juga menjadi tonggak baru bagi komoditas unggulan daerah.
Penguatan identitas dan ruang publik diwujudkan melalui Car Free Day, Senam Bunga Masamba, serta pelestarian nilai budaya Anak Dara Kallolo.
Sejumlah event strategis turut sukses digelar, seperti Tilawatil Quran dan Hadis tingkat provinsi serta Jambore PKK 2025. Program inklusif juga hadir melalui pelatihan batik bagi penyandang disabilitas serta peresmian dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penguatan Aparatur dan Reformasi Birokrasi
Reformasi birokrasi menjadi fondasi penguatan pelayanan publik. Dalam setahun, dilakukan:
Pelantikan 288 PPPK Formasi 2024.
Pelantikan 3.164 PPPK paruh waktu Formasi 2025.
Penganugerahan Satyalancana Karya Satya kepada 196 ASN.
Bupati juga menerima Brevet Kehormatan sebagai bentuk apresiasi atas sinergi dan pengabdian lintas sektor.
Satu tahun kepemimpinan “Bergerak Cepat, Hasil Nyata” menjadi pijakan awal transformasi Luwu Utara. Dengan capaian ekonomi yang menguat, sektor pertanian yang produktif, penguatan SDM, hingga reformasi birokrasi, arah pembangunan daerah kini semakin terukur dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(*)
