
Jakarta, Southsulawesinews25.com – Timnas Indonesia menghadapi ujian berat dalam upaya mereka di ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, setelah kekalahan telak 0-4 dari Jepang pada laga matchday kelima di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (15/11/2024). Kekalahan ini tidak hanya menambah catatan negatif Skuad Garuda, tetapi juga menyebabkan penurunan 2,93 poin FIFA, menjadikan total poin mereka sekarang 1.115,94.
Sebelum laga ini, Timnas Indonesia menduduki peringkat 130 FIFA edisi Oktober 2024, setelah turun dari posisi 129 pada September. Penurunan ini terjadi karena defisit poin yang dialami, dari 1.124,17 di September menjadi 1.118,87 pada Oktober. Kekalahan terbaru dari Jepang semakin menekan posisi Indonesia, yang kini dihadapkan pada risiko disalip oleh Malaysia. Harimau Malaya yang baru saja menang melawan Laos pada 14 November 2024 berhasil menambah 2,87 poin, meningkatkan total poin mereka menjadi 1.168,89, jauh melampaui perolehan poin Garuda.

Sebagai tim yang belum terkalahkan dalam kualifikasi ini, Jepang menunjukkan dominasinya di Asia. Tim asuhan Hajime Moriyasu yang menduduki peringkat 15 FIFA dengan poin 1.645,09, berada jauh di atas Indonesia, mencerminkan perbedaan kualitas yang signifikan di antara kedua tim. Dengan jarak 527 poin FIFA, hasil akhir pertandingan tersebut dapat dipahami.
Kekalahan ini memicu respon emosional dari Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Seusai menyaksikan laga tersebut, Erick meminta maaf kepada publik yang telah menaruh harapan tinggi pada tim. “Tentu pertandingan hari ini mengecewakan, saya tahu euforia masyarakat sangat luar biasa. Saya bertanggung jawab atas prestasi yang dicapai PSSI hingga saat ini,” ujar Erick dengan nada penuh penyesalan.
Pernyataan Erick menggambarkan tekanan besar yang dirasakannya sebagai pemimpin PSSI sekaligus ekspektasi yang harus diemban oleh para pemain dan pelatih. Meski situasi sulit ini, Erick meminta dukungan terus-menerus dari para penggemar untuk Jay Idzes dan kawan-kawan. “Saya mohon maaf jika hasil ini mengecewakan, namun perjalanan belum selesai. Kita masih memiliki lima pertandingan lagi dan akan mencoba meraih posisi tiga atau empat seperti target yang dicanangkan,” tambahnya.
Pertandingan berikutnya melawan Arab Saudi pada Selasa, 19 November 2024, di SUGBK akan menjadi ujian penting bagi Timnas Indonesia. Jika kembali kalah, Garuda terancam kehilangan lebih banyak poin dan turun lebih jauh dalam peringkat FIFA. Kemenangan akan menjadi penopang moral tim dan memberi harapan baru bagi peluang lolos ke putaran keempat.