Jaga Persatuan Orang Toraja, Thomas Pali’ Gaungkan Falsafah Misa’ Kada Dipotuo
SOUTHSULAWESINEWS25.COM – Persatuan dan persaudaraan menjadi pesan penting yang kembali diingatkan kepada masyarakat Toraja. Thomas Pali’ menegaskan agar perbedaan tidak menjadi alasan untuk memecah belah sesama orang Toraja, melainkan menjadi ruang untuk saling memahami dan memperkuat kebersamaan.
Pesan tersebut sejalan dengan falsafah leluhur Toraja, “Misa’ Kada Dipotuo, Pantan Kada Dipomate,” yang secara umum dimaknai sebagai bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.
Falsafah ini bukan sekadar rangkaian kata yang diwariskan secara turun-temurun. Di dalamnya terkandung nilai solidaritas, musyawarah, gotong royong, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat.
Dalam kehidupan orang Toraja, persaudaraan memiliki makna yang luas. Ikatan keluarga, adat, dan hubungan sosial menjadi bagian penting yang perlu dirawat, termasuk ketika masyarakat menghadapi perbedaan pandangan maupun kepentingan.
Karena itu, perbedaan semestinya tidak berkembang menjadi permusuhan. Setiap persoalan perlu disikapi dengan kepala dingin, mengedepankan komunikasi, serta mengutamakan penyelesaian secara baik tanpa mengorbankan hubungan persaudaraan.

Semangat Misa’ Kada Dipotuo, Pantan Kada Dipomate juga mengingatkan bahwa kekuatan masyarakat tidak hanya terletak pada kesamaan pendapat, tetapi pada kesediaan untuk tetap saling menghormati ketika perbedaan muncul.
Menjaga persatuan bukan berarti menghilangkan hak seseorang untuk menyampaikan pendapat. Sebaliknya, persatuan tumbuh ketika setiap pihak bersedia mendengarkan, menghargai perbedaan, dan mencari jalan keluar yang mengutamakan kepentingan bersama.
Pesan Thomas Pali’ tersebut menjadi pengingat bahwa identitas dan kehormatan masyarakat Toraja perlu dijaga melalui sikap saling menghargai, bukan dengan memperbesar perselisihan.
Pada akhirnya, falsafah leluhur itu mengandung pesan sederhana tetapi mendalam: jangan sampai perbedaan membuat sesama saudara saling menjauh. Sebab, ketika persaudaraan tetap terpelihara, masyarakat akan lebih kuat menghadapi berbagai tantangan.
Misa’ Kada Dipotuo, Pantan Kada Dipomate. Bersatu menjaga persaudaraan, bersama merawat Toraja.
