Diduga Tenggelam Saat Mandi, Pemuda 19 Tahun Ditemukan Meninggal di Bendungan Baliase
Luwu Utara – Personel Polsek Mappedeceng bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Luwu Utara mengevakuasi seorang pemuda yang ditemukan meninggal dunia di aliran irigasi Bendung Baliase, Dusun Mappedeceng, Desa Mappedeceng, Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara, Senin (13/7/2026).
Korban diketahui bernama IRDAM alias Iddang (19), warga Dusun Mappedeceng, yang sebelumnya dilaporkan tidak kunjung kembali ke rumah sejak Minggu sore (12/7/2026).
Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi, korban diduga pergi seorang diri menuju saluran irigasi Bendung Baliase untuk mandi. Lokasi tersebut selama ini diketahui sering dimanfaatkan warga, khususnya kalangan pemuda, sebagai tempat beraktivitas.
Karena hingga malam hari korban belum kembali ke rumah, pihak keluarga berupaya menghubungi telepon seluler miliknya. Namun, panggilan tidak mendapat respons sehingga keluarga sempat mengira korban sedang berada di rumah rekannya.
Keesokan harinya, keluarga bersama warga melakukan pencarian setelah menemukan sepeda motor korban masih terparkir di sekitar bendung. Di atas kendaraan tersebut juga ditemukan pakaian serta telepon genggam milik korban.
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 09.30 Wita, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran irigasi, sekitar 30 meter dari lokasi yang diduga menjadi tempat korban terakhir kali mandi.
Mendapatkan laporan dari masyarakat, personel Polsek Mappedeceng bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Luwu Utara yang dipimpin AIPTU Meiwantonius, S.H. segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal terhadap jenazah sebelum dievakuasi ke rumah duka.
Kapolres Luwu Utara AKBP Nugraha Pamungkas, S.I.K., M.H. menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi.
“Kami turut berduka cita atas musibah ini. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sungai, bendung, maupun saluran irigasi, terutama jika dilakukan seorang diri,” ujar Kapolres.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban yang mengarah pada dugaan tindak pidana. Meski demikian, kepolisian tetap melakukan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan penyebab pasti meninggalnya korban.
Polres Luwu Utara mengajak masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya kondisi darurat atau kejadian yang memerlukan penanganan cepat, sehingga langkah pertolongan dapat segera dilakukan.
