
Baebunta, Luwu utara – Aksi tawuran antar kelompok pemuda kembali terjadi di wilayah hukum Polres Luwu Utara. Insiden tersebut berlangsung di Desa Baebunta, Kecamatan Baebunta, tepatnya di Jalan Poros Trans Sulawesi, depan UPT Puskesmas Baebunta, pada Jumat dini hari, 4 April 2025, sekitar pukul 01.40 WITA.
Dari pantauan di lapangan, peristiwa tersebut melibatkan kelompok pemuda dari Desa Baebunta dan kelompok lain yang diduga berasal dari arah Kelurahan Salassa. Tawuran berlangsung dengan saling lempar batu hingga menyebabkan kerusakan fasilitas umum. Satu kaca jendela loket puskesmas pecah, dan sebuah mobil mini bus Toyota Calya milik warga asal Sabbang mengalami kerusakan pada bagian kaca spion.
Kejadian bermula ketika sekitar pukul 00.54 WITA, petugas Puskesmas mendengar suara pertengkaran antara dua kelompok pemuda. Satpam Puskesmas, Jufri (39), sempat mencoba menenangkan para remaja yang berada di halaman puskesmas. Namun situasi justru memanas dan kedua kubu terlibat aksi saling serang sekitar pukul 01.30 WITA.
Beberapa pemuda dari Desa Baebunta sempat berlindung di area puskesmas, yang kemudian menjadi sasaran lemparan batu. Ketegangan baru mereda setelah personel gabungan dari Polres Luwu Utara, Polsek Baebunta, dan Piket Yon D Pelopor Satbrimobda Sulsel tiba di lokasi dan melakukan pengamanan.
Dalam penyisiran yang dilakukan aparat, dua pemuda yang diduga terlibat diamankan dan dimintai keterangan. Mereka adalah FZ (17), pelajar asal Dusun Langkaso, Desa Baebunta, dan AM (20), mahasiswa asal Kelurahan Salassa. Berdasarkan pengakuan FZ, tawuran dipicu oleh pemuda dari arah Salassa yang menggeber gas motornya di lorong lapangan sepak bola Baebunta hingga memancing emosi warga sekitar. Sedangkan AM mengaku hanya berada di sekitar Alfamart saat rombongan polisi datang dan ikut melarikan diri bersama kelompoknya.
Kapolres Luwu Utara, AKBP Muh Husni Ramli, yang dikonfirmasi terpisah menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir tindakan yang mengganggu ketertiban umum. “Kami akan tindak tegas pelaku yang terlibat dalam aksi tawuran ini. Kami juga mengimbau para orang tua dan tokoh masyarakat untuk turut berperan aktif dalam membina para remaja agar tidak mudah terprovokasi,” ujar AKBP Husni Ramli.
Hingga pukul 04.30 WITA, situasi di lokasi kejadian telah kembali aman dan kondusif. Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap motif serta identitas para pelaku lainnya guna mencegah insiden serupa terulang.(*)
