Peresmian dan Uji coba Dapur Makan Bergizi Gratis Kecamatan Baebunta, Dalton Dode Gandeng Warga Lokal Dukung Gizi 981 Siswa.
Luwu Utara — Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) 03 Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, resmi dibuka dan langsung melaksanakan uji coba operasional pada Jumat (9/1/2025).
Kehadiran dapur MBG ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam mendukung pemenuhan gizi anak sekolah sekaligus menekan angka stunting.
Peresmian dapur MBG tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Luwu Utara, Jumail Mappile, Camat Baebunta Mursalim, Kapolsek Baebunta, Kepala Desa Baebunta, tokoh agama, Haeruddin Yusuf mitra dapur MBG Kappuna, mitra pelaksana, serta perwakilan Yayasan Kamu Hebat Indonesia (YKHI).
Pada tahap awal, dapur MBG Baebunta akan melayani 11 sekolah dengan total penerima manfaat sebanyak 981 siswa setiap hari. Program ini diharapkan mampu memastikan asupan gizi seimbang bagi peserta didik sejak usia dini.

Ditemui di ruang kerjanya, Dalton Dode selaku mitra pemilik dapur MBG Baebunta mengungkapkan bahwa saat ini dapur MBG telah menyerap sekitar 50 tenaga kerja lokal, termasuk sopir dan tenaga operasional dapur. Operasional penuh dapur MBG dijadwalkan mulai berjalan pada Senin, 12 Januari 2026.
“Menu sehat yang disajikan akan berganti setiap hari dengan komposisi gizi yang seimbang. Melalui uji coba ini, kami bisa melihat kekurangan dan kebutuhan di setiap tahapan, mulai dari penyediaan bahan makanan, pengolahan, hingga pendistribusian ke sekolah-sekolah,” jelas Dalton.
Sementara itu, Wakil Bupati Luwu Utara, Jumail Mappile, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberadaan dapur MBG merupakan bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap pemenuhan gizi anak-anak sekolah, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan.

“Dapur MBG Baebunta ini merupakan dapur ke-10 yang telah beroperasi di Kabupaten Luwu Utara. Semua anak sekolah wajib menerima makan bergizi gratis, termasuk di wilayah terpencil seperti Seko, Rampi, dan Rongkong. Walaupun jumlah siswanya sedikit, dapur MBG tetap harus dibangun,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi anak, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal melalui pemanfaatan bahan pangan yang berasal dari wilayah setempat.
“Target kita pertengahan tahun 2026 seluruh dapur MBG di Luwu Utara sudah berjalan. Total kebutuhan dapur MBG di daerah ini sebanyak 29 dapur, sementara saat ini baru tersedia 10 dapur,” ungkapnya.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah memasuki babak baru pada tahun 2026. Tidak hanya menyasar ke siswa, guru dan seluruh tenaga pendidik juga menjadi penerima manfaat program tersebut. Kebijakan pemerintah ini menegaskan komitmen negara dalam memperluas jangkauan MBG demi mendukung kualitas pendidikan dan kesehatan lingkungan sekolah secara menyeluruh.
Di akhir sambutannya, Jumail Mappile menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya atas terserapnya 50 tenaga kerja lokal melalui dapur MBG Baebunta. Ia berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat menjadi pondasi penting dalam mencetak generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
