Menembus Isolasi Seko: Bupati Luwu Utara Kawal Proyek Jalan Rp68 Miliar
Luwu Utara – Harapan masyarakat Kecamatan Seko untuk menikmati akses jalan yang layak kini mendekati kenyataan. Hal itu tergambar saat Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, meninjau progres pengerjaan jalan di Dusun Palandoan desa Embonatana, Kecamatan Seko, Sabtu (05/04).
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan proyek pembangunan infrastruktur sepanjang 4,8 kilometer tersebut berjalan sesuai target waktu serta memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditetapkan

“Tujuannya untuk memastikan pengerjaan proyek berjalan dengan baik. Kualitas harus sesuai dengan spek yang ada agar ketahanannya jangka panjang,” ujar Andi Rahim didampingi Kepala Dinas PUPR Luwu Utara.
Proyek jalan strategis yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan ini mendapatkan dukungan anggaran besar pada tahun 2026, dengan total nilai mencapai Rp68 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari APBN sebesar Rp48 miliar dan APBD Provinsi sebesar Rp20 miliar.
Selama ini, Kecamatan Seko dikenal sebagai salah satu wilayah dengan tantangan geografis yang cukup berat. Kondisi jalan yang terbatas menjadi salah satu faktor penghambat utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, termasuk tingginya biaya logistik dan terbatasnya akses distribusi hasil bumi.
Andi Rahim menegaskan, pembangunan jalan ini bukan sekadar menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi menjadi kunci dalam membuka isolasi wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Jalan ini bukan sekadar aspal, tapi urat nadi ekonomi. Kami berharap infrastruktur ini menjadi penopang utama kesejahteraan masyarakat Seko. Jika akses terbuka, potensi daerah bisa berkembang maksimal dan kemiskinan dapat ditekan,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas dukungan anggaran serta perhatian terhadap pembangunan di wilayah terpencil seperti Seko.
Dengan rampungnya proyek ini, wilayah Dusun Simbonatana dan sekitarnya diharapkan akan mengalami peningkatan aktivitas ekonomi secara signifikan. Akses yang lebih mudah diyakini mampu membuka peluang usaha baru, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan mobilitas masyarakat.
Pembangunan jalan ini pun menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat Seko yang selama ini hidup dalam keterbatasan akses, menuju masa depan yang lebih terbuka dan sejahtera.
