Libur Lebaran, Makam Datuk Patimang Luwu Utara Ramai Dikunjungi Peziarah Luar Daerah

0
IMG-20260324-WA0012.jpg

MALANGKE – Memasuki H+2 libur Lebaran, Kompleks Makam Datuk Pattimang yang berlokasi di Desa Pattimang, Kecamatan Malangke, Luwu Utara, terpantau ramai dikunjungi para peziarah.

Menariknya, para peziarah ini tidak hanya datang dari warga lokal saja, melainkan didominasi oleh peziarah atau pengunjung dari luar daerah Luwu Utara, seperti dari Parepare dan Luwu Timur.

Hal ini diungkap oleh petugas objek daya tarik wisata (ODTW) Kompleks Makam Datuk Pattimang, Mastar, saat mendampingi para peziarah tersebut pada Senin (23/3/2026), di Desa Pattimang.

Situs religi ini menjadi bukti nyata sejarah masuknya ajaran agama Islam di wilayah Tana Luwu, sehingga menjadi magnet wisata religi tersendiri pada setiap momentum hari raya Idulfitri tiba.

Banyak pengunjung datang dengan niat berziarah, sekaligus menikmati wisata religi bersama para keluarga. Karena terdapat juga makam La Pattiware’, Raja I Luwu yang memeluk agama Islam.

“Alhamdulillah, sejak kemarin sampai hari ini, 23 Maret 2026, makam Datuk Patimang tak pernah sepi pengunjung selama libur Lebaran,” ungkap Mastar saat mendampingi para pengunjung itu.

Mastar mengungkapkan bahwa setiap habis Lebaran, kebanyakan warga kalau pulang kampung pasti mampir di sini untuk berziarah, termasuk belajar sejarah masuknya Islam di Tana Luwu.

“Kebanyakan dari mereka kalau pulang kampung Lebaran pasti menyempatkan mampir ke sini. Selain mendoakan, mereka juga ingin tahu sejarah masuknya Islam di Tana Luwu,” jelasnya.

Sekadar diketahui, salah satu daya tarik dari kompleks makam ini adalah keindahan dan keunikan arsitekturnya yang tertata rapi dan estetik. Sehingga jadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Diketahui, Datuk Patimang atau Dato’Sulaiman adalah seorang ulama besar asal Minangkabau, yang datang ke Tana Luwu untuk menyebarkan ajaran agama Islam pertama kalinya di Tana Luwu.

Sementara La Pattiware’ atau Andi Pattiware’ merupakan Raja I Luwu yang menerima ajaran agama Islam pertama kali dari seorang ulama bernama Dato’ Sulaiman alias Datuk Patimang. (LH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *