Latih Muballigh(ah) Muda, Sekum BKPRMI Luwu Utara Tekankan Pentingnya Dakwah Melalui Tulisan
Luwu Utara – Sekretaris Umum (Sekum) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Luwu Utara, Lukman Hamarong, hadir menjadi narasumber Pelatihan Muballigh(ah) Muda yang dilaksanakan DDI Masamba belum lama ini di MIS Al Ikhlas Balebo, Masamba.
Lukman Hamarong tampil membawakan materi pada pukul 20.00 – 22.00 malam dengan topik terkait dengan Dakwah Bil Qalam atau dakwah melalui tulisan. Materi ini diikuti oleh 212 peserta yang terdiri dari para siswa MA, SMA, SMK, MTs, dan SMP se-Luwu Utara. Meski menerima materi malam, tetapi antusiasme peserta tetap tinggi.
Lukman dalam pemaparannya menyebutkan bahwa dakwah bil qalam adalah salah satu metode dakwah yang sangat penting dalam upaya untuk meregenerasi kader dakwah yang tidak hanya mahir berorasi di atas mimbar masjid, tetapi juga mampu menulis konten-konten keislaman yang menyejukkan di berbagai platform media sosial.
“Dakwah ialah suatu kegiatan yang dijalankan oleh siapa pun dalam konteks mengajak, menyeru, dan memanggil orang lain untuk berbuat baik yang dilakukan secara kontinyu dengan maksud mengubah perilaku seseorang dari tidak baik jadi baik, serta dari baik menjadi lebih baik, dan menuntunnya ke jalan Allah SWT,” jelas Lukman.
Ia mengatakan bahwa secara garis besar, ada 3 metode komunikasi dakwah yang mesti diketahui oleh para peserta, yaitu: dakwah bil hal, yaitu metode dakwah melalui perilaku; dakwah bil lisan, yaitu metode dakwah melalui ucapan atau perkataan; serta dakwah bil qalam, yaitu metode dakwah melalui tulisan dan karya tulis lainnya.

Khusus dakwah bil qalam, Kepala UPT Pariwisata Kabupaten Luwu Utara ini mengatakan bahwa metode dakwah seperti ini tidak bisa dilakukan semua orang tanpa memiliki pengetahuan dan keahlian dalam menulis sebuah artikel dakwah dalam bentuk berita Islami, opini Islami, cerita religius, serta publikasi ceramah Islami.
Ia menekankan seluruh peserta untuk mengasah kemampuan menulisnya dan memperbanyak literasi bacaan Islami, serta mendengar ceramah para ulama yang dianggap dapat diteladani, baik ucapan, tindakan, maupun tulisannya. “Dakwah melalui tulisan memiliki jangkauan yang sangat luas dan daya tahan yang lebih lama dibanding metode dakwah lainnya,” terangnya.
“Suara kita pasti akan hilang setelah ceramah selesai kita lakukan, namun tulisan akan tetap abadi serta dapat dibaca dari generasi ke generasi. Inilah pentingnya Dakwah Bil Qalam,” tegas Lukman di hadapan para peserta yang memadati ruangan malam itu. Dikatakannya, dalam ayat pembuka surah Al Qalam ditegaskan pentingnya dakwah bil qalam.
“Nuun wal qalami wamaa yasthuruun. Demi pena, dan apa yang mereka tuliskan. Ayat pembuka dalam surah Al Qalam ini menegaskan kepada kita semua bahwa betapa pentingnya tulisan ini dijadikan sebagai metode dalam berdakwah,” imbuhnya. Untuk itu, ia memotivasi peserta agar aktif menulis, baik di media sosial maupun media massa dengan mengemas pesan-pesan agama secara menarik dan relevan dengan problematika remaja saat ini.
“Ilmu itu ibarat buruan, dan tulisan itu ibarat ikatannya. Maka ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat,” ucap Lukman mengutip pandangan tokoh Islam, Imam Syafi’i. Ia berharap melalui pelatihan ini akan lahir para penulis muda yang mampu mengisi ruang publik dengan narasi positif, sekaligus membentengi umat dari konten-konten negatif di dunia maya.
Sekadar diketahui, materi yang dibawakan oleh Lukman berlangsung menarik, interaktif, dan komunikatif. Ia memberi kesempatan peserta untuk bertanya dan menyampaikan pandangan-pandangannya seputar dakwah bil qalam. Tidak kurang 10 peserta memberikan pertanyaan, dari kemungkinan lebih yang ingin bertanya, namun peserta dibatasi oleh waktu. (LHr)
