Komitmen Sukseskan Sekolah Rakyat di Luwu Utara, Bupati Andi Rahim Tegaskan 68 Sekolah Sudah Beroperasi

0
25468.jpg

LUWU UTARA — Pemerintah Kabupaten Luwu Utara terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah konkret untuk mewujudkan pemerataan pendidikan di wilayah yang dikenal sebagai Bumi La Maranginang.

Komitmen tersebut disampaikan Andi Rahim usai menghadiri peresmian 166 Sekolah Rakyat oleh Presiden Prabowo Subianto, yang dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).

Menurut Andi Rahim, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara tidak hanya mendukung program nasional tersebut, tetapi juga telah mengambil langkah nyata di daerah. Saat ini, Luwu Utara telah mengoperasikan Sekolah Rakyat rintisan sejak 2025 dengan nama Sekolah Rakyat 68 Kabupaten Luwu Utara.

“Sekolah rakyat rintisan ini sudah berjalan dan saat ini menampung sekitar 100 siswa dari keluarga kurang mampu. Ini menjadi fondasi awal sebelum kami membangun Sekolah Rakyat Terpadu permanen,” kata Andi Rahim.

Ia menegaskan, Pemkab Luwu Utara telah menyiapkan lahan untuk pembangunan SRT permanen yang direncanakan mulai direalisasikan pada 2026. Pembangunan tersebut, kata dia, tidak hanya berorientasi pada fisik bangunan, tetapi juga keberlanjutan operasional sekolah, termasuk kesiapan tenaga pendidik dan sistem pendukungnya.

“Sekolah rakyat bukan sekadar bangunan. Ini tentang memastikan pendidikan, perlindungan sosial, dan pemberdayaan keluarga berjalan beriringan untuk memutus mata rantai kemiskinan,” ujarnya.

Andi Rahim menekankan bahwa pendidikan adalah hak dasar setiap anak. Karena itu, ia memastikan tidak boleh ada anak di Luwu Utara yang putus sekolah hanya karena keterbatasan biaya atau kendala jarak.

“Di sinilah anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem bisa bermimpi. Orang tua bangkit dan berdaya, dan masa depan keluarga mulai bergerak ke arah yang lebih baik. Masa depan anak tidak ditunggu, tetapi dipersiapkan dan diperjuangkan sejak dini,” tuturnya.

Ia juga berharap Sekolah Rakyat Terpadu yang akan dibangun nantinya dapat memberi manfaat lintas generasi. “Sekolah rakyat itu cerdas bersama dan tumbuh setara,” pungkas alumnus Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin tersebut.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya saat peresmian 166 Sekolah Rakyat menyampaikan bahwa program tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem perubahan di sektor pendidikan nasional. Pada 2025, sebanyak 166 titik Sekolah Rakyat rintisan telah beroperasi, dan pada 2026 pembangunan sekolah rakyat permanen akan dimulai di 104 lokasi di berbagai daerah.

Peresmian tersebut turut dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, para kepala daerah, serta tokoh nasional. Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim hadir didampingi Kepala Dinas Sosial Luwu Utara, Ari Setiawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *