Jalan Trans Sulawesi Lumpuh, Aliansi Sabbang Raya Bakar Ban Tuntut Pembentukan Provinsi Luwu Raya

0
IMG_20260208_215444.jpg

LUWU UTARA – Aksi unjuk rasa Aliansi Masyarakat Sabbang Raya membuat arus lalu lintas di Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Dusun Bakka, Desa Bakka, Kecamatan Sabbang, lumpuh total pada Minggu (8/2/2026).

Sekitar 100 massa turun ke jalan sejak pukul 11.00 Wita. Dengan satu set pengeras suara dan bentangan spanduk berukuran besar, mereka menyuarakan satu tuntutan utama: percepatan realisasi pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Tulisan mencolok di atas kain putih bertinta hitam dan merah berbunyi, “Mohon Realisasi Provinsi Luwu Raya dan Tunaikan Janji Negara.” Seruan tersebut ditujukan kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Dalam aksinya, massa secara bergantian melakukan orasi di tengah badan jalan. Ban bekas dibakar sebagai simbol perlawanan, sementara akses jalan ditutup total sehingga kendaraan dari dua arah tidak dapat melintas. Antrean kendaraan pun sempat mengular di sekitar lokasi.

Sekitar pukul 12.00 Wita massa membuka jalan untuk sementara guna melaksanakan istirahat dan ibadah. Namun, siang harinya mereka kembali menutup akses jalan dan melanjutkan orasi. Dukungan juga datang dari sejumlah tokoh masyarakat yang ikut menyampaikan aspirasi di lokasi aksi.

Massa menilai pembentukan Provinsi Luwu Raya bukan sekadar wacana, melainkan aspirasi lama masyarakat yang dianggap belum mendapatkan kepastian. Mereka mendesak adanya langkah konkret dari pemerintah untuk merealisasikan pemekaran wilayah tersebut.

Aparat kepolisian tampak melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas selama aksi berlangsung. Pendekatan persuasif dilakukan untuk memastikan aksi tetap berjalan tertib dan tidak menimbulkan benturan.
Menjelang petang, sekitar pukul 17.50 Wita, massa akhirnya membuka kembali akses jalan dan membubarkan diri secara tertib. Meski berlangsung tanpa insiden besar, peserta aksi menyatakan tidak menutup kemungkinan akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa lebih besar apabila tuntutan mereka belum mendapat respons.

Aksi ini kembali mengingatkan bahwa isu pembentukan Provinsi Luwu Raya masih menjadi aspirasi kuat sebagian masyarakat di wilayah tersebut dan terus diperjuangkan melalui berbagai jalur, termasuk aksi terbuka di ruang publik. (Fath)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *