Bupati dan Wakil Bupati Luwu Utara Hadiri Puncak HPRL di Istana Kedatuan Luwu

0
1Film252.webp

LUWU — Suasana khidmat sekaligus menyejukkan tampak menyelimuti puncak peringatan Hari Jadi ke-758 Tana Luwu (HJL) yang dirangkaikan dengan peringatan ke-80 Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL). Kegiatan tersebut digelar di halaman Istana Kedatuan Luwu, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Jumat (23/1/2026).


Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, hadir bersama Wakil Bupati Jumail Mappile. Keduanya tampak kompak dan harmonis saat mengikuti seluruh rangkaian acara puncak HPRL di tengah ribuan Wija To Luwu yang memadati area Istana Kedatuan. Kekompakan dua pucuk pimpinan Luwu Utara ini menjadi sorotan tersendiri dan mencerminkan teladan kepemimpinan yang saling menguatkan.


Bupati dan Wakil Bupati Luwu Utara tiba di lokasi secara beriringan dengan mengenakan pakaian adat khas Luwu. Meski mengenakan warna dan motif yang berbeda—Bupati Andi Rahim tampil dengan busana adat berwarna hijau, sementara Wakil Bupati Jumail Mappile mengenakan busana bernuansa biru—keduanya terlihat serasi dan selaras. Senyum yang terus terukir di wajah keduanya seolah menjadi magnet bagi para kameramen pemerintah daerah maupun media yang sigap mengabadikan momen tersebut.


Kedatangan Bupati dan Wakil Bupati Luwu Utara disambut hangat oleh Datu Luwu beserta jajaran Dewan Adat 12 saat memasuki Istana Kedatuan. Sepanjang prosesi adat berlangsung, keduanya tampak duduk berdampingan dan mengikuti rangkaian acara dengan penuh khidmat.


Mulai dari prosesi Makkasiwiang, Mabbalisumange, hingga Mappangngolo Lise Rakki, Bupati dan Wakil Bupati terlihat selalu beriringan. Sesekali keduanya tampak berdiskusi ringan, menggambarkan adanya komunikasi dan sinergi yang kuat dalam menakhodai pemerintahan di daerah yang dikenal dengan julukan Bumi La Maranginang tersebut.


Di sela-sela acara, Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi Luwu dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu merupakan momentum penting bagi seluruh masyarakat Tana Luwu.


“Hari ini kita berada dalam suasana dan semangat yang sama untuk merayakan Hari Jadi Luwu dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu di Istana Kedatuan ini,” ujar Andi Rahim.
Ia berharap, momentum peringatan HJL ke-758 dan HPRL ke-80 dapat menjadi pengingat akan kejayaan Tana Luwu serta semangat juang para pahlawan.


“Semoga momentum bersejarah ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang kejayaan Tana Luwu dan keberanian para pahlawan yang telah berjuang mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Andi Rahim menekankan pentingnya menjaga dan menghidupkan nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan masa kini dan masa mendatang.


“Semoga nilai-nilai kepahlawanan, persatuan, dan kearifan lokal senantiasa hidup dan menjadi landasan dalam setiap langkah pembangunan Tana Luwu yang berkelanjutan, maju, dan sejahtera,” harapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Luwu Utara Jumail Mappile menegaskan bahwa peringatan HJL dan HPRL bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan refleksi atas pentingnya persatuan di antara sesama Wija To Luwu.


“Momentum ini bukan hanya perayaan seremonial, tetapi pengingat bahwa semangat perjuangan para pendahulu harus terus dilanjutkan melalui kebersamaan dan persatuan,” ujarnya.


Menurutnya, kehadiran pimpinan daerah dalam peringatan tersebut juga menjadi simbol pentingnya kekompakan dalam membangun daerah.


“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada kekompakan antar pimpinan serta sinergi dan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk masyarakat adat,” tandasnya.(Fath)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *