Dari Tolada untuk Muhammadiyah: Benih-benih Pemimpin Berkemajuan Telah Bersemi

0
IMG-20260313-WA0007.jpg

Luwu Utara – Rangkaian panjang Pelatihan Kader Dasar Taruna Melati 1 (PKDM TM 1) yang digelar oleh Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Tolada resmi mencapai puncaknya.

Tepat pada Kamis pagi pukul 09.00, agenda perkaderan ini resmi ditutup dalam suasana khidmat di Aula Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah (DAM) Tolada.

Kegiatan yang berlangsung sejak 9 Maret 2026 ini sukses meluluskan barisan kader pilihan yang telah melewati berbagai fase gemblengan dengan tema: “Membangkitkan Generasi Kreatif, Inovatif, dan Interaktif untuk IPM Tolada yang Berkemajuan.”

Wejangan dan Pengalaman Organisasi

Acara penutupan ini dihadiri Wakil Mudir Pondok Pesantren DAM Tolada, Ustaz Supari, S.Pd.I., M.Pd., bersama jajaran pembina dan dewan guru.

Dalam sambutannya, Ustaz Supari memberikan nasehat berharga yang dipetik dari perjalanan panjang pengalamannya berorganisasi di persyarikatan Muhammadiyah.

Supari menekankan bahwa kematangan seorang santri tak hanya dilihat dari bangku kelas, tetapi juga dari ketangguhannya dalam berorganisasi dan berdakwah.

Harapan Estafet Kepemimpinan

Ketua Umum Pimpinan Daerah (PD) IPM Luwu Utara, Resky Khaerunissa, dalam wawancaranya mengungkapkan optimisme tinggi terhadap masa depan organisasi di tingkat akar rumput.

“Semoga Ranting IPM Tolada bisa lebih aktif dan bangkit kembali dengan adanya PKDM TM 1 ini. Kami melihat ada potensi generasi baru dalam melanjutkan estafet kepemimpinan, mulai dari tingkat ranting, daerah, sampai ke wilayah,” ujar Resky.

Target Kader Berbasis Dakwah

Senada dengan hal tersebut, Siti Nur Ariska dari Bidang Kader Pimpinan Wilayah (PW) IPM Sulawesi Selatan, memberikan sorotan pada nilai dakwah yang melekat pada proses pengaderan.

“Dalam proses pengaderan di pesantren berbasis dakwah ini, harapan besar kami adalah PKDM TM 1 menghasilkan kader yang benar-benar berdampak nantinya,” harapnya.

“Dengan selesainya kegiatan ini, IPM Tolada harus mampu bangkit kembali dengan semangat yang baru,” ucap Siti Nur Ariska menambahkan.

Menuju Era Baru

Penutupan ini bukan sekadar akhir dari sebuah pelatihan, melainkan titik awal bagi para kader tersebut untuk membuktikan kreativitas dan inovasi mereka di tengah masyarakat pelajar.

Acara diakhiri dengan penyerahan sertifikat kelulusan secara simbolis dan sesi foto bersama sebagai tanda dimulainya perjuangan baru bagi para santri di ranah dakwah pelajar. (rilis-humas dam tolada)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *