Polri Kembali Memperlihatkan Kepedulian, Evakuasi Penumpang Bus yang Terjebak Demo Pemekaran Luwu Raya

0
1001684438.jpg

LUWU UTARA – Di tengah aksi demonstrasi terkait tuntutan pemekaran Provinsi Luwu Raya yang berlangsung di Desa Bakka, Kecamatan Sabbang, Minggu (08/02/2026), Polri kembali memperlihatkan sisi humanisnya.

Aksi yang sempat menutup Jalan Trans Sulawesi dan menyebabkan antrean panjang kendaraan membuat sejumlah penumpang bus antarprovinsi ikut terdampak. Salah satu bus, Bintang Zahira, yang membawa penumpang dari Makassar, turut terjebak di lokasi.

Melihat adanya penumpang yang baru saja menjalani operasi medis dan membutuhkan perhatian khusus, personel gabungan Polres Luwu Utara dan Polsek Sabbang bergerak cepat. Dengan sigap, petugas membantu mengevakuasi penumpang tersebut dari dalam bus dan memindahkannya ke mobil patroli Polsek Sabbang untuk selanjutnya dibawa keluar dari kepadatan antrean menuju Tugu Durian.

Langkah cepat itu menjadi bukti bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan hanya dalam fungsi pengamanan, tetapi juga pelayanan dan perlindungan kemanusiaan.

Kapolsek Sabbang AKP Jusman, S.E., yang memimpin langsung pengamanan di lokasi, menyampaikan bahwa tindakan tersebut dilakukan demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

“Kami tetap menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Namun ketika ada warga yang membutuhkan pertolongan segera, tentu kami prioritaskan langkah kemanusiaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Luwu Utara AKBP Nugraha Pamungkas, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pendekatan humanis menjadi prinsip utama dalam setiap pengamanan kegiatan masyarakat.

“Polri hadir untuk menjaga keseimbangan antara kebebasan berpendapat dan keselamatan publik. Tindakan evakuasi tersebut adalah bentuk nyata komitmen kami dalam melindungi dan melayani masyarakat,” tegasnya.

Situasi di lokasi aksi berangsur kondusif setelah dilakukan komunikasi antara aparat dan koordinator lapangan. Arus lalu lintas kembali dibuka secara bertahap, dan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal.

Di tengah dinamika sosial yang berkembang, tindakan cepat dan empati aparat menjadi cerminan bahwa Polri tetap berdiri di garis terdepan untuk masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *