Aksi Unjuk Rasa Jilid III Perlawanan Rakyat Luwu Raya Sempat Lumpuhkan Trans Sulawesi

0
Videoshot_20260112_210625.jpg

LUWU UTARA — Aksi unjuk rasa Jilid III yang digelar oleh kelompok Perlawanan Rakyat Provinsi Luwu Raya berlangsung cukup panjang dan sempat mengganggu arus lalu lintas di Kabupaten Luwu Utara, Senin (12/1/2026). Aksi tersebut membawa tuntutan utama pemekaran Provinsi Luwu Raya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sekitar 20 orang massa aksi yang dipimpin oleh Tandi Bali selaku jenderal lapangan dan Reski Aldiansyah sebagai wakil jenderal lapangan, memulai aksi sejak pagi hari. Massa datang menggunakan satu unit mobil komando jenis pick up serta delapan kendaraan roda dua, dilengkapi pengeras suara dan spanduk bertuliskan “Rakyat Luwu Menagih Janji Pembentukan Provinsi Luwu Raya”.

Aksi diawali sekitar pukul 09.45 WITA di gerbang Bandara Andi Djemma Masamba, Kelurahan Kappuna, Kecamatan Masamba. Massa secara bergantian menyampaikan orasi yang berisi desakan kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan agar segera merealisasikan pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Sekitar pukul 10.00 WITA, massa aksi sempat memasuki area bandara dan berdialog dengan Kepala Operasional Bandara Andi Djemma Masamba, Abdalif, di depan ruang Emergency Operation Center. Dalam pertemuan tersebut, pihak bandara menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan akan memasang kembali spanduk perjuangan yang sebelumnya sempat dicabut.

Usai dari bandara, massa bergerak menuju Jembatan Sabbang, Kecamatan Sabbang. Setibanya di lokasi sekitar pukul 10.50 WITA, massa kembali melakukan orasi dan menutup akses Jalan Trans Sulawesi. Penutupan jalan sempat menyebabkan antrean panjang kendaraan dari kedua arah. Bahkan, satu unit truk digunakan sebagai panggung orasi, disertai pembakaran ban bekas di badan jalan.

Aksi sempat dihentikan sementara untuk istirahat dan salat, sebelum kembali dilanjutkan pada siang hingga sore hari. Penutupan jalan dilakukan secara bergantian, baik total maupun satu jalur, sehingga arus lalu lintas mengalami perlambatan cukup lama. Sekitar pukul 15.50 WITA, massa mulai membuka akses jalan dan bergerak kembali ke depan Bandara Andi Djemma Masamba untuk melanjutkan orasi terakhir.

Seluruh rangkaian aksi mendapat pengamanan dari personel gabungan Polres Luwu Utara, Polsek Masamba, dan Polsek Sabbang di bawah kendali Kabag Ops Polres Luwu Utara. Aparat kepolisian terlihat melakukan pengamanan secara persuasif guna mencegah benturan dan menjaga stabilitas keamanan selama aksi berlangsung.

Aksi Jilid III ini merupakan lanjutan dari unjuk rasa sebelumnya dan disebut sebagai bagian dari rangkaian perjuangan menjelang peringatan Hari Perlawanan Rakyat Luwu pada 23 Januari 2026. Massa menyatakan masih membuka peluang untuk menggelar aksi lanjutan dengan tuntutan serupa dalam waktu dekat. (Fath)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *