
Tugu Simpang Tiga Cibarusah di Bekasi Mengkhawatirkan, Rentan Roboh dan Membahayakan Pengguna Jalan
southsulawesinews25.com// Bekasi, Jawa Barat – Tugu di simpang tiga Cibarusah yang terletak di Jl. Cikarang – Cibarusah, Desa Cibarusah Kota, Kecamatan Cibarusah, saat ini berada dalam kondisi memprihatinkan. Tugu tersebut tidak terawat dan rentan roboh, sehingga berpotensi membahayakan para pengguna jalan yang melintas di area tersebut.
Ketua Umum LSM Benteng Bekasi, Turangga Cakra Udaksana, menyoroti pentingnya peran tugu sebagai landmark di suatu daerah. Menurutnya, tugu bukan hanya sekadar bangunan, melainkan simbol yang mengabadikan dan mengenang peristiwa penting atau bersejarah. Lokasi tugu yang berada di persimpangan jalan menambah kekhawatiran akan keselamatan para pengguna jalan, mengingat persimpangan merupakan titik krusial dalam jaringan transportasi.
“Pengguna jalan yang melintasi ruas jalan Cibarusah sangat rentan terkena dampak jika tugu ini roboh. Kondisi tugu yang hampir roboh sangat membahayakan, terutama bagi kendaraan yang sedang melintas,” ujar Turangga.
Ia menekankan pentingnya relokasi tugu untuk memperindah kawasan sekaligus memastikan bangunan tersebut tetap berdiri kokoh. “Kita harus segera melakukan relokasi atau perbaikan. Jika tidak, hal ini bisa memberikan citra buruk bagi wilayah kita,” tegasnya.
Proses relokasi tugu diharapkan dapat segera diselesaikan dan tugu tersebut dapat menjadi ikon unggulan di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas infrastruktur jalan, sehingga lalu lintas menjadi lebih aman dan kondusif. Dengan demikian, produktivitas masyarakat dan pergerakan ekonomi juga diharapkan dapat meningkat.
Seorang pengguna jalan, Abdul Syafei, yang kerap melintasi simpang tiga Cibarusah, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi tugu yang hampir roboh tersebut.
“Saya sangat khawatir setiap kali melintas di sini. Tugu yang hampir roboh bisa saja tiba-tiba jatuh dan menimpa kendaraan yang saya kendarai. Apalagi jalan di sini juga bergelombang dan banyak lubang,” keluh Abdul.
Abdul menambahkan, jalur tersebut bukan hanya dilintasi oleh warga sekitar, tetapi juga oleh pengendara dari luar daerah, termasuk dari arah Bogor dan sekitarnya. “Jalur ini sering dilewati pengendara dari arah Bogor, terutama orang Bekasi dan sekitarnya,” tambahnya.
Permasalahan ini memerlukan perhatian serius dari pemerintah setempat untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan para pengguna jalan yang melintasi wilayah tersebut.