MotoGP Mandalika Pecahkan Rekor Penonton, Peluang Ekonomi UMKM Lokal Jadi Sorotan
SOUTHSULAWESINEWS25.COM, LOMBOK TENGAH – Gelaran MotoGP Mandalika 2026 tak hanya menyajikan persaingan sengit para pembalap dunia di lintasan. Di luar sirkuit, ajang balap internasional tersebut juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, mulai dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang kuliner, hingga pengelola penginapan di kawasan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang berlangsung pada 9–11 Oktober mencatat total 157.875 penonton selama tiga hari penyelenggaraan. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 140.324 penonton.
Tingginya jumlah pengunjung memperlihatkan daya tarik Mandalika sebagai salah satu destinasi olahraga internasional di Indonesia. Kehadiran penonton dari berbagai daerah juga menjadi kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas pasar.
Aktivitas ekonomi tidak hanya terpusat di kawasan sirkuit. Usaha kuliner, kerajinan tangan, tenun khas Lombok, transportasi, serta akomodasi turut menjadi bagian dari ekosistem pariwisata yang bergerak selama berlangsungnya balapan.
Dalam laporan Bisnis.com, Koordinator Mina Tenun Desa Sukarara, Sudiman, menyebut kunjungan dan transaksi selama periode MotoGP biasanya meningkat sekitar 70–80 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ajang olahraga berskala internasional dapat memberikan peluang bagi produk lokal untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
Meski demikian, peningkatan kunjungan belum tentu memberikan keuntungan yang sama bagi seluruh pelaku usaha. Besarnya manfaat ekonomi tetap dipengaruhi lokasi usaha, jenis produk, biaya operasional, serta kemampuan pedagang memanfaatkan momentum keramaian.
Pemerintah dan penyelenggara pun menaruh harapan besar terhadap dampak ekonomi MotoGP Mandalika tahun ini. PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney membidik dampak ekonomi mendekati Rp5 triliun, dengan keterlibatan sekitar 600 UMKM dan hingga 3.000 tenaga kerja lokal.
Target tersebut menjadi gambaran besarnya potensi ekonomi yang diharapkan dari penyelenggaraan MotoGP. Namun, angka itu perlu dibedakan dari realisasi pendapatan bersih masyarakat karena dampak ekonomi secara keseluruhan mencakup berbagai sektor dan aktivitas usaha.
Tantangan berikutnya adalah memastikan manfaat tersebut tidak berhenti ketika balapan selesai. Penguatan promosi produk lokal, peningkatan kualitas pelayanan, serta pengembangan destinasi wisata di luar jadwal MotoGP menjadi langkah penting agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat berlangsung lebih berkelanjutan.
Bagi Mandalika, keberhasilan menjadi tuan rumah bukan hanya soal kelancaran balapan atau jumlah penonton yang memenuhi tribun. Manfaat yang dirasakan masyarakat, terbukanya kesempatan kerja, dan berkembangnya usaha lokal juga menjadi bagian penting dalam menilai dampak sebuah ajang olahraga internasional.
Deru mesin MotoGP mungkin hanya berlangsung selama akhir pekan. Namun, harapan masyarakat adalah agar peluang ekonomi yang tercipta dapat terus berlanjut jauh setelah para pembalap meninggalkan Mandalika.
