Fly Jaya Siap Layani Rute Reguler Masamba–Makassar, Penerbangan Perdana 18 Oktober

0
IMG_20261001_051056.jpg


LUWU UTARA — Konektivitas udara Kabupaten Luwu Utara dengan Kota Makassar segera mendapat tambahan layanan penerbangan reguler. Maskapai Fly Jaya dijadwalkan membuka rute Masamba–Makassar dan Makassar–Masamba, dengan penerbangan perdana direncanakan pada 18 Oktober 2026.

Kesiapan pembukaan rute tersebut dibahas dalam audiensi antara pihak Bandara Andi Djemma Masamba dengan Bupati Luwu Utara Ir. Andi Abdullah Rahim, S.T. Pertemuan tersebut membahas berbagai aspek persiapan operasional penerbangan reguler Fly Jaya, termasuk kesiapan bandara menjelang penerbangan perdana.

Dalam audiensi itu, Kepala Bandara Andi Djemma Masamba, Firmsn, S.E., M.M., menyampaikan sejumlah persiapan yang telah dilakukan pihak bandara dalam mendukung rencana pengoperasian rute Masamba–Makassar.

Kehadiran penerbangan reguler tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan akses transportasi udara bagi masyarakat Luwu Utara dan wilayah sekitarnya. Selain mendukung mobilitas masyarakat, layanan ini juga dinilai penting bagi pelaku usaha serta menunjang aktivitas pemerintahan dan perekonomian daerah.

Rute Masamba–Makassar juga menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas Luwu Utara dengan Kota Makassar yang merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan di Sulawesi Selatan.

Melalui audiensi tersebut, pemerintah daerah bersama pihak bandara dan maskapai turut membahas kesiapan operasional serta berbagai aspek pendukung penerbangan agar layanan reguler dapat berjalan dengan aman, lancar, dan berkelanjutan.

Dengan beroperasinya penerbangan reguler Fly Jaya, masyarakat nantinya memiliki alternatif transportasi udara yang dapat memangkas waktu perjalanan antara Masamba dan Makassar. Kehadiran rute ini juga diharapkan turut membuka peluang bagi perkembangan sektor pariwisata, perdagangan, investasi, serta aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Luwu Utara.

Penerbangan perdana pada 18 Oktober 2026 diharapkan menjadi momentum penting bagi penguatan konektivitas udara di Kabupaten Luwu Utara sekaligus membuka babak baru dalam pengembangan transportasi udara di daerah yang dikenal dengan julukan Bumi Lamaranginang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *