PU Bina Marga Sulsel Percepat Pemasangan Jembatan Bailey di Seko

0
204944a4e43a3525af768fd2961f9714fc3b70305c7c261da70d6faa96645a28.0.jpeg

LUWU UTARA, SULAWESI SELATAN — Upaya membuka akses transportasi di wilayah pegunungan Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, mulai memasuki tahap pekerjaan fisik. Pemasangan Jembatan Bailey kini dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Provinsi Sulawesi Selatan.

Jembatan tersebut menjadi salah satu infrastruktur yang diharapkan dapat menjawab persoalan konektivitas masyarakat Seko, terutama untuk mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, serta akses terhadap berbagai aktivitas ekonomi dan pelayanan dasar.

Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari usulan Pemerintah Kabupaten Luwu Utara yang dipimpin Bupati Andi Abdullah Rahim. Pemkab berharap pekerjaan dapat dipercepat sehingga akses masyarakat di wilayah tersebut segera kembali lebih aman dan lancar.

Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, mengatakan keberadaan jembatan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat.

“Pembangunan jembatan ini bukan sekadar urusan fisik yang menghubungkan antarwilayah, tetapi juga merupakan urat nadi perekonomian masyarakat Kecamatan Seko,” kata Andi Abdullah Rahim, Selasa (29/9/2026).

Menurutnya, akses yang lebih baik akan membantu masyarakat membawa hasil pertanian keluar dari wilayah Seko sekaligus mendukung mobilitas warga dan menekan beban distribusi.

“Kami ingin memastikan distribusi hasil pertanian warga bisa berjalan lancar tanpa hambatan, mobilitas warga makin aman, serta biaya logistik dapat lebih terjangkau,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Luwu Utara juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas PU Bina Marga dalam pengerjaan jembatan tersebut.

Wilayah Seko selama ini dikenal memiliki tantangan geografis karena berada di kawasan pegunungan dan relatif jauh dari pusat pemerintahan. Kondisi tersebut membuat pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur transportasi menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat setempat.

Dengan mulai dipasangnya Jembatan Bailey, masyarakat berharap akses transportasi di kawasan Seko dapat semakin terbuka dan aktivitas distribusi hasil pertanian maupun kebutuhan pokok dapat berlangsung lebih lancar.

Pekerjaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah pedalaman Luwu Utara dan membuka ruang yang lebih besar bagi pergerakan ekonomi masyarakat di kawasan pegunungan. (Ys)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *