Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas, Kemenag Luwu Utara Salurkan 400 Paket Bantuan

0
IMG-20260625-WA0039.jpg

Luwu Utara – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Luwu Utara (Lutra) menyalurkan bantuan berupa 303 paket sembako dan 97 paket uang tunai pada kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas, Kamis (25/6/2026), di Aula Kantor Kemenag.

Total ada 400 paket bantuan yang disalurkan secara simbolis pada kegiatan yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia ini. Aksi mulia ini tidak berdiri sendiri. Kemenag membangun sinergi dengan berbagai lembaga keagamaan dan mitra strategis lainnya.

Beberapa di antaranya adalah BAZNAS, BWI, BKPRMI, hingga IPARI Luwu Utara. Tidak ketinggalan, uluran tangan dari para ASN Kemenag Lutra, serta donatur besar, seperti BPJS Ketenagakerjaan, BRI, serta BSI juga turut memperkuat misi kemanusiaan ini.

Kepala Kantor Kemenag yang diwakili oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Sudarmin, menegaskan bahwa esensi dari gerakan serentak nasional ini adalah untuk memantik kembali kepedulian sosial dari seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Luwu Utara.

“Hari ini, kita bergerak serentak dengan satu tujuan yang sama, yaitu menumbuhkan semangat berbagi, terutama bagi anak yatim dan penyandang disabilitas. Kegiatan yang sangat baik seperti ini harus terus dirawat dan dikembangkan,” ujar Sudarmin.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada parapihak yang telah ikut menyisihkan rezekinya. “Penghargaan setinggi-tingginya kepada ASN Kemenag, Baznas, BWI, BKPRMI, IPARI, serta donatur yang telah menyatu dalam misi kebaikan ini,” tambahnya.

Sementara itu, Penanggung Jawab Kegiatan, Amiruddin, dalam laporannya mengutarakan bahwa total bantuan yang terkumpul untuk Lebaran Yatim dan Disabilitas mencapai 400 paket. Bantuan itu terdiri dari 303 paket sembako dan 97 paket bantuan uang tunai.

Menariknya, pihak panitia memilih metode humanis dalam proses distribusinya. Untuk menjaga kenyamanan penerima manfaat, penyerahan dilakukan secara simbolis. Panitia memilih sistem “jemput bola” daripada mengundang seluruh penerima datang ke lokasi.

“Kami sengaja tidak menghadirkan seluruh sasaran ke sini karena khawatirnya akan merepotkan anak-anak yatim dan penyandang disabilitas secara fisik maupun akomodasi,” ucap Amiruddin.

“Sebagai solusinya, kami melibatkan Kepala KUA, Penyuluh Agama, dan Kepala Madrasah untuk mengantarkan langsung bantuan ini ke rumah-rumah warga yang membutuhkan, karena merekalah yang paling paham kondisi riil di lapangan,” sambungnya.

Mantan Ketua BKPRMI ini berharap kolaborasi luar biasa ini tidak berhenti sampai di sini. “Terima kasih atas kerja sama yang luar biasa dari Kemenag, BAZNAS, BPJS, BRI, BSI, BKPRMI, dan donatur lainnya. Semoga sinergi ini terus berlanjut agar ke depan, paket yang kita salurkan bisa jauh lebih banyak lagi,” pungkasnya penuh optimis.

Sekadar diketahui, kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (RI) ini dilaksanakan bersamaan dengan momentum sakral 10 Muharram 1448 Hijriah, dan dilaksanakan serentak di seluruh penjuru Indonesia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *