Pascalibur Idulfitri 1447 H, Disdukcapil Luwu Utara Rampungkan 657 Layanan Adminduk

0
IMG-20260329-WA0003.jpg

Luwu Utara – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Luwu Utara tak punya waktu untuk berleha-leha pasca-libur Idulfitri 1447 H. Pasalnya, usai perayaan Idulfitri, pihaknya tetap melakukan pelayanan maksimal terhadap masyarakat yang mengurus dokumen kependudukan, termasuk 3 hari terakhir, 25 – 27 Maret 2026.

Hal tersebut dilakukan dalam rangka memastikan gerbang pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) tetap terbuka lebar bagi masyarakat sejak hari pertama pascalibur Idulfitri. Sepanjang pascalibur Lebaran, Disdukcapil tercatat melayani 657 dokumen adminduk. Jumlah ini diungkap oleh Kepala Disdukcapil, Minggu (28/3/2026), di Masamba.

Meski euforia hari raya masih terasa, jajaran pegawai Disdukcapil tampak sigap untuk melayani antrean warga yang memadati kantor dinas. Kebanyakan warga datang untuk mengurus dokumen yang sempat tertunda selama libur panjang, mulai dari perekaman dan cetak KTP, kartu keluarga, akta kelahiran, serta akta kematian, hingga aktivasi IKD.

657 dokumen adminduk ini terdiri dari 100 orang perekaman KTP el, cetak KTP el (160), cetak KK (101), NIK baru (52), SKPWNI (36), cetak akta lahir di atas 17 tahun (16), cetak akta lahir 0-17 tahun (59), cetak akta kematian (10), pendudukan datang (8), penduduk keluar (27), serta aktivasi IKD (88). T0tal 657 layanan adminduk selama 3 hari tersebut.

Kepala Disdukcapil, Muhammad Kasrum, menyebutkan bahwa pelayan tanpa jeda yang dilakukan Disdukcapil merupakan instruksi langsung dari Bupati Luwu Utara yang menginginkan Disdukcapil tetap memberikan pelayanan langsung di masa libur dan usai libur Lebaran. “Komitmen Bupati adalah komitmen kita bersama untuk melayani dengan hati,” ucap Kasrum.

Kendati tetap membuka pelayanan tanpa jeda, pihaknya merasa belum optimal dalam melayani masyarakat selama 3 hari terakhir pasca Idulfitri. “Saya mohon maaf jika pelayanan selama tiga hari terakhir ada yang kurang maksimal. Namun, kami berupaya tetap melayani semua warga, walaupun memang sedikit melambat akibat keterbatasan SDM,” terangnya.

“Tenaga operator yang kami turunkan tidak seperti biasanya, yakni hanya tujuh orang. Begitu juga operator lainnya, yang hanya satu orang. Alhamdulillah, semua terlayani dengan baik. Ini berkat keseriusan dan komitmen kami untuk tidak mengecewakan penerima layanan. Juga sekaligus merespons instruksi Bupati agar pelayanan prima tetap jadi prioritas,” jelasnya.

Dikatakannya, komitmen untuk “melayani dengan hati” tetap menjadi prioritas utama. Mengingat pascalibur Lebaran merupakan periode paling krusial karena tingginya mobilisasi masyarakat dan kebutuhan dokumen untuk berbagai keperluan, seperti pendaftaran kerja dan sekolah. Ia juga mengakui, pihaknya terpaksa harus menunda beberapa layanan akibat kekuranga bahan.

“Saya akui, ada beberapa yang mau ganti KTP, tetapi kami pending ke minggu depan, karena stok ribon/tinta agak kurang dan kami prioritaskan adik-adik yang mendaftar polisi/tentara serta adik-adik pemula dan adik-adik yang melanjutkan pendidikan di luar daerah, serta jaringan IKD sempat bermasalah, tetapi insya Allah, Minggu depan semua kita layani,” beber dia.

Kasrum memahami, kebutuhan dokumen adminduk tidak bisa menunggu lama karena keperluan warga yang juga mendesak. Sehingga pihaknya berupaya menyiagakan personel untuk siap dan siaga di pos layanan masing-masing. “Seluruh personel kami siagakan di pos masing-masing sejak jam kerja dimulai untuk memastikan tidak ada penumpukan berkas,” terangnya.

“Yang banyak datang mengurus adalah para pemula, baik yang menetap di daerah maupun yang melakukan pendidikan di luar daerah,“ sambungnya, sembari mengatakan bahwa tidak ada waktu untuk bersantai demi pelayanan yang memuaskan, agar para penerima layanan alias masyarakat tetap mendapatkan pelayanan yang baik dari Disdukcapil.

“Selama libur Lebaran atau WFA, kami tetap berkantor dan bekerja, utamanya yang pelayanan langsung, bergantian tiap hari. Insya Allah, Senin sudah mulai normal dan saya berharap seluruh staf Dukcapil untuk kembali berkantor, seperti biasa, sesuai aturan yang ada,” harap Kasrum, satu-satunya pejabat Luwu Utara yang masih bertahan sejak masa Bupati Luthfi A. Mutty. (LHr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *